Senin, 12 November 2012

apapun

Hap!!
Akhirnya kembali meramaikan dunia perblog-an setelah sekian lama absen. haha! Saya kembali dengan 'tingkatan' yang lebih tinggi dari sebelumnya, dimana saya sudah LULUS dan sah sebagai sarjana psikologi!!! haha! 5 tahun berada dibangku perkuliahan merupakan waktu yang cukup panjang, melebihi target mahasiswa pada umumnya, tapi sejujurnya 5 tahun adalah target maksimal saya untuk berlabuh dibangku perkuliahan dan Puji Tuhan tidak melebihi target tersebut. Disaat-saat saya dinyatakan lulus sembari menanti wisuda saya sempat merasa plong dan lega karna merasa terbebaskan dari pertanyaan-pertanyaan galau "kapan lulus?", "sudah sampai mana skripsi nya?", "loh kok belum lulus?", "mau jadi mahasiswa abadi?" and the bla the bli and the blu dan dengan cantiknya saat ini saya bisa dadah-dadah pada pertanyan-pertanyaan tersebut, hehe. Tapi, perasaan plong dan lega itu tidak bertahan lama, karna dengan 'tingkatan' yang lebih tinggi ini maka tuntutan hidup pun semakin bertambah tinggi pula dan pertanyaan galau lainnya pun kembali menghampiri. "Uda kerja dimana sekarang?" yaaak pertanyaan itulah yang sekarang merajalela di jagat persilatan. Ohh DAMN! itulah kalimat yang paling pas mewakili perasaan saya saat dihampiri pertanyaan tersebut. Dan kegalauan disaat mengerjakan skripsi terasa tidak ada apa-apanya dibanding dengan kegalauan yang dialami oleh seseorang yang sedang mencari pekerjaan. Melalui proses tersebut saya meyakini bahwa dengan bertambah tingginya proses hidup seseorang maka akan semakin tinggi pula pertanyaan-pertanyaan hidup yang akan terlontarkan dari orang lain maupun diri kita sendiri. Dan tentunya mencoba untuk menikmati proses yang terjadi saat ini, karena tiap detik yang saya lalui saat ini belum tentu akan saya nikmati lagi dikemudian hari.
-wasalam-

Rabu, 15 Februari 2012

negative thinking

Seringnya muncul kecurigaan ataupun pikiran negatif terhadap orang lain itu menimbulkan konflik luar biasa di dalam diri. Berusaha mencari hal-hal positif dari apa yang dialami tapi toh tetap keukuh dengan pikiran sempit nan negatif. Perasaan yang muncul pun jadi ga enak, ga tenang, gusar and the bla and the bli and the bluuuu. Makan jadi ga enak tidur pun tak nyenyak #halahh hehehe. Nah kalo sudah berujung pada kerugian atau keterbengkalaian terhadap tugas , kerjaaan ataupun aktivitas brarti itu sudah mulai dalam tahap yang berbahaya. Dan akan menjadi semakin berbahaya saat konflik yang tadinya hanya terjadi pada diri sendiri lama kelamaan berujung pada konflik dengan oranglain.

Mungkin dasar dari pikiran negatif itu adalah karna kurangnya informasi yang kita terima dan jiwa instan yang sudah melekat dan mendarah daging didalam diri kita. Informasi yang sempit yang diterima dilahap dengan gamblingnya tanpa kita tau informasi yang sebenarnya, dan akan menjadi lebih parah lagi bila informasi yang diterima tersebut diterima dari oranglain dan bukan dari narasumber langsung. Berusaha untuk menghindari ataupun melupakan pikiran tersebut sepertinya juga bukan jalan ampuh untuk membuat keadaan jadi lebih baik, karna toh pada dasarnya kita masih dalam pergulatan rasa penasaran dan ‘ketanya-tanyaan’ (agak sedikit wagu dengan kata ketanya-tanyaan ini -____-). Dan helooohhhhh....bagi saya berada dalam rasa penasaran itu sumpah demi apa ga enak banget, sama halnya kaya saya dipaksa untuk makan nanas atau leci yang rasanya naujubilakminjalik ga ada enak-enaknya. Jangankan rasanya, baunya aja udahh hiyeek yeyekk huwekkk heek hek hekk.

Dan bila sudah digrogoti oleh pikiran negatif maka hal-hal yang sebenarnya positif yang kita terima bisa saja dengan sekejap mata berubah menjadi hal negatif. Dahsyat skali cara kerja pikiran negatif tersebut, *prokprok. Buruknya kita (kita? Ohh bukan, saya aja maksudnya..), sudah tau bahwa pikiran negatif itu adalah hal yang buruk dan ga ada baiknya sama skali tapi masih saja sering dibodohi dan diperbudak.

sebenarnya ada cara yang (mungkin) bisa kita lakuin untuk merubah pikiran negatif terhadap oranglain menjadi pikiran positif yaitu dengan cara memposisikan diri di posisi oranglain tersebut. Bagaimana bisa? Jelas bisa, karna kita slama ini hanya melihat dari kacamata kita, dan saat kita memposisikan diri diposisinya maka kita akan tau apa yang dia alami dan rasakan dengan kacamata yang berbeda. Hal ini bisa bikin kita tahu sebab-musabab dari perilakunya. Memang apa yang kita lakukan dengan memposisikan diri diposisinya tersebut tidak lantas membuat kita merasakan sejauh dan sedalam yang dialami dan dirasakannya, karna yang paling tahu sedalam apa hal tersebut tetap orang yang mengalaminya, tapi toh setidaknya kita berusaha untuk memahami. Coba deh sensasi semriwingnya..hehe!

ada beberapa hal negatif yang saya temuin dari pikiran negatif, yaitu:

1. Bagi yang pengen kurus sering-seringlah berpikiran negatif, karna dengan begitu akan membantu menggerogoti lemak-lemak yang nempel ditubuh.

2. Pikiran negatif itu cuma akan menimbulkan kegelisahan dan ketidaknyamanan, termasuk dalam hal ketidaknyamanan makanan. Dan bagi saya, itu sungguh-sungguh merugikan kenyamanan perut yang sudah sangat siap menerima makanan trutama yang gratis.

3. Pikiran negatif itu juga akan menimbulkan rasa penasaran. Dan yang namanya penasaran itu bagi saya sumpah demi apa ga enak biyanget! Sama halnya kaya dicekok’i nanas dan leci secara bersamaan. Hiyeekk yeyekk huweekk hek hekk. Big no no no!!

4. Pikiran negatif itu menimbulkan emosi berlebihan, yang bisa bikin jadi pengen marah-marah terus. Padahal kalo keseringan marah (katanya) bisa bikin cepat tua. Tua identik dengan kriput, kriput itu jelek, brarti pikiran negatif itu bikin jadi jelek. Yakk yang merasa cantik jangan brani-brani berpikiran negatif lho yaa,,dan yang udah jelek brarti eemm emm eemmm....hehehe pikiro dewe :p

Seburuk-buruknya kecurigaan atau pikiran negatif tersebut, tetap ada hal positif yang bisa kita ambil dari hal negatif tersebut yaitu kita jadi bisa tau dan merasakan lega dan plong-nya hati kita saat kita bisa melihat suatu hal dari kacamata yang berbeda (positif).

Sekian dan terima masukan... :)

Jumat, 10 Februari 2012

my roller coaster

Bersyukur itu bukan suatu hal yang gampang, terlebih bersyukur untuk setiap permasalahan yang kita hadapi. Sebagian dari kita memiliki kecenderungan untuk mengeluh, meratapi bahkan marah terhadap masalah atau keadaan yang tidak mengenakan bagi kita. Lebih parahnya lagi terkadang kita menyalahkan orang lain, seolah-olah merekalah satu-satunya penyebab munculnya permasalahan. Hal seperti ini pula yang terkadang menimbulkan konflik baik interpersonal maupun intrapersonal. Ga munafik, saya sering menyalahkan keadaan untuk setiap masalah yang saya hadapi. Muncul pula dumelan seperti, coba dia ga gitu, tuh kan coba kalo ngikut apa yang aku bilang pasti ga bakal gini, dan bla bla bla. Hal yang wajar saat kita berontak dengan keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita ingini, tapi menjadi tidak wajar saat kita menyalahkan oranglain terhadap kesalahan tersebut tanpa mencoba berkaca pada diri sendiri.

Saya pernah ingat, dulu ada seseorang yang pernah bilang bahwa ‘keadaan itu yang ciptain kamu sendiri, bukan muncul gitu aja’. Ada benarnya pernyataan tersebut, karna memang apa yang terjadi pada kata kita saat ini merupakan sebuah konsekuensi dari apa yang dulu pernah kita ambil atau pilih. Menyalahkan keadaan sama halnya menyalahkan diri sendiri, dan hal itu pun sama sekali tidak akan membuat keadaan menjadi lebih baik ataupun mengembalikan keadaan seperti dulu lagi. ‘Obat’ untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan bersyukur. Mensyukuri apa yang yang ada sekarang. Mensyukuri semua hal yang pernah datang dan pergi dari hidup kita. Saya percaya bahwa selalu ada hal positif dari setiap hal buruk yang kita alami. Terkadang dari hal terburuklah kita mendapatkan pelajaran yang paling berharga. Kalimat tersebut bukan tanpa alasan terlontar begitu saja, karna itu memang benar-benar saya alami sendiri, dan mencoba berkaca terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar. Memang ga mudah untuk bersyukur atas semua hal yang kita alami, terutama hal buruk, tapi belajar untuk coba menerima dan berkaca pada diri sendiri (mungkin) akan membantu.

Satu kecenderungan lagi saat kita menghadapi sebuah permasalahan atau keadaan yang tidak mengenakan yaitu kita merasa bahwa kitalah orang yang paling malang, paling ngenes dan paling berat masalahnya. Seandainya kita mau melihat sekitar kita, banyak hal atau permasalah yang jauh lebih malang dan mengenaskan dibanding permasalahan yang kita hadapi. Dengan kita mau melihat permasalahan orang tersebut secara sadar ataupun tidak sadar kita akan bersyukur tidak mendapatkan masalah seberat oranglain itu, sehingga kita pun beranggapan bahwa ternyata permasalahan ini ga ada apa-apanya dibanding oranglain dengan begitu kita bisa membuka pikiran bahwa kita pasti bisa melewati permasalahan tersebut.

Saya belajar dari beberapa anak kecil di salah satu SLB di kota Yogya, tempat dimana saya menjadi volunteer pendamping anak-anak di sekolah tersebut. Melalui anak-anak tersebut saya diajari lagi untuk bersyukur dengan semua hal yang ada maupun tidak ada pada diri saya saat ini. Bagaimana saya tidak bersyukur, saat melihat mereka yang dari lahir sudah tercipta tanpa bisa mendengarkan apa-apa yang mengakibatkan mereka tidak mengenal dunia ini, sedangkan saya dari lahir Puji Tuhan bisa mendengar. Satu efek dari ketunarunguan mereka tersebut adalah mereka tidak bisa berbicara secara lancar, mereka pun agak kurang mampu menangkap apa yang dibicarakan oleh lawan bicara, sehingga mereka miskin informasi. Mereka hanya bisa membaca pelafalan dari bibir lawan bicaranya. Miris saat anak-anak kecil tersebut dengan exited-nya bercerita kepada saya tapi saya tidak bisa menangkap apa yang mereka katakan. Ada keharuan tersendiri saat salah seorang anak tersebut bisa mengucapkan “selamat pagi mba Fani, Ibam mau belajar”, walaupun dengan terbata-bata dan tidak begitu jelas. Tapi toh mereka tidak lalu meratapi kekurangan tersebut, mereka justru diberi kelebihan lain. Mereka menjadi lebih peka terhadap sentuhan, mereka pun menjadi lebih ekspresif, dan salut saat mereka bisa mengikuti bunyi panjang dan pendek dibalik kekurangan mereka tersebut. Sekali lagi kita patut bersyukur.

itulah hidup dengan semua dinamikanya layaknya roller coaster yang siap membuat kita melambung tinggi dan dengan sekejap bisa menjatuhkan kita, dan tentu ada sensasi tersendiri, hehehe.

Kita bisa berencana tapi tetap Tuhan yang menentukan. Semua hal yang digariskanNya itu selalu memberi pelajaran tersendiri, bahkan dari masalah terburuklah terkadang kita mendapat pelajaran paling berharga. Saya selalu percaya bahwa “Tuhan itu tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umat-Nya”. Kita hanya diminta untuk berani menjalani setiap pilihan yang kita pilih, dan tentu saja berani menerima konsekuensinya. Dan bersyukurlah biar semua terasa lebih ringan. :)

Jumat, 08 Juli 2011

sweet travelling :)

Kali ini saya akan bercerita mengenai perjalanan saya yang sungguh teramat sangat dadakan. Jadi di suatu hari, tepat kamis pagi saya memutuskan untuk bepergian keluar kota JOGJA. Sebelumnya sama skali tidak terlintas untuk berlibur keluar kota karna saya merasa masih memiliki tanggungan ‘masa depan’ yang masih perlu diberikan perhatian lebih,,,ciadooww haha! Tapi entah mengapa dan bagaimana (halahh) saya pun memutuskan untuk bepergiaan, sekedar untuk merefresh otak yg sudah mulai amburadul bentuknya,,,haha! Dengan gagah berani (lebay..) pagi itu saya langsung meminta ijin pada orangtua saya. Papa saya pun langsung menelpon dan menanyakan bla bla bla dan bla, awalnya papa saya tidak mengijinkan karna keesokan harinya yaitu jumat sore tante saya dan sepupu saya datang ke JOGJA dan saya diminta untuk menemani slama mereka di JOGJA. Tapi tapi tapi saya tetap bersikeras ingin berlibur, dan saya pun menjelaskan bla bla bla dan bla pada papa saya, alhasil saya mendapat restu dari beliau.

Oh yaa saya berlibur bersama seorang teman saya yaitu samira pelangi atau yg akrab di sapa pel..dan kami pun memutuskan untuk berlibur ke BALI, kamis malam kami membeli tiket dan sabtu sore kami brangkat. Kami berada di BALI selama 4hari 3malam, selama tiga hari di BALI kami selalu mencari tempat untuk menikmati sunset..hehe

Minggu pukul 13.00 WITA kami tiba di Bali. dan selama di bali kami menginap di hotel kumala indah II yang berada di LEGIAN yang sangat tidak jauh dari pantai Kuta. Di hari pertama kami menikmati sunset di pantai KUTA,,lelah hari itu pun terbayarkan dengan sunset yang sangat ganteng :)

sunset pantai kuta, foto by: samira pelangi


di hari selanjutnya kami melakukan perbolangan ke beberapa tempat di bali. sebelumnya kami menyewa motor selama 2hari dengan biaya sewa 50rb rupiah perhari. motor yang kami sewa tenyata sangat 'yahud',,jadi sepanjang perjalanan bila gas motor diturunkan maka akan ada suara letupan dari knalpot motor kami dan karna suara letupan itu kami pun beberapa kali menjadi pusat perhatian pengendara motor yang lain, dan kami pun tetap stay cool..haha

dengan bermodalkan nekat dan motto malu bertanya sesat di jalan maka kami pun memulai perbolang kami, tujuan pertama yaitu ke ubung, lalu art center bali, GWK, dreamland dan berakhir dengan menikmati sunset di pantai jimbaran yang tidak kalah ganteng dengan sunset di pantai kuta. semua tempat sukses kami datangi dengan modal nekat dan motto seperti di atas, hehe...saat menuju ke pantai jimbaran kami sempat bertanya pada seorang ibu,, dan engginggeeenngg roaming booo..haha! ibu itu menangkap apa yang saya tanyakan tapi saya tidak menangkap apa yang ibu itu jelaskan, itu bukan karna saya kebanyakan masako (ehemm, haha) tapi karna ibu itu menggunakan bahasa Bali yang sangat amat asing di kuping saya, dan kami pun hanya angguk-angguk dan mengucapkan trima kasih pada ibu itu tanpa kami tau jawaban dimana pantai jimbaran itu berada, hahaha! kami memutuskan untuk putar balik dan bertanya lagi pada orang lain dan akhirnya kami pun sampai di pantai jimbaran,,lelah kami pun terbayar dengan sunset yang nyiamikk :)

sunset pantai jimbaran, foto by: samira pelangi


hari ketiga kami mbolang ke sukowati, ubud dan tanah lot. Lagi-lagi perjalanan ini dimodai dengan modal nekat dan motto malu bertanya sesat di jalan, hehe!

perjalanan yang sangat melelahkan karna sukowati berada di timur pulau bali, tanah lot di barat pulau bali sedangkan penginapan kami berada di selatan pulau bali...tapi lagi lagi lelah kami di bayar dengan pemandangan sawah yang nyiamiik di sepanjang jalan menuju tanah lot, ditambah lagi suguhan sunset yang cukup ganteng dari balik karang-karang tanah lot... so beautiful :)

sunset tanah lot, foto by: samira pelangi


esok harinya tepat pukul 15.00 WITA kami kembali ke jogja dengan harapan dan semangat baru...dan semoga perjalanan dengan tujuan refresh otak ini tidak menjadi sia-sia, dan benar-benar dapat menjadi semangat baru untuk melanjutkan tugas dan tanggung jawab yang sempat ditinggalkan...hehe


trima kasih bali, trima kasih sunset, trima kasih pelangi

matur nuwun GUSTI :)


dreamland

Kamis, 30 Juni 2011

thanks june!

Saya tidak pernah tau apa yang akan terjadi esok hari...

tapi yang saya tau hari esok selalu menyimpan banyak harapan baru...

terimakasih juni...


Gusti, matur nuwun sanget nggih :)

Rabu, 22 Juni 2011

kasih seorang anak, kasih seorang ibu

hari ini saya menyaksikan kasih dari seorang anak pada ibunya dan seorang ibu pada anaknya...
so so so so so so so sweet,,, :)

'cerita 1'
tadi malam saya dan anak-anak kos saya sedang nonton film bersama, lalu kira-kira pukul 00.00 WIB anak perempuan ibu kos saya mengetuk pintu dan mengambil sebungkus wafer di atas meja..
saya heran dengan sikap anak ibu kos itu,,lalu teman saya pun bercerita..hari ini ibu kos saya berulang tahun, dan anak nya tersebut ingin memberikan semacam kejutan kecil, anak ibu kos saya itu ingin membelikan roti bakar bandung tapi uang yang dimilikinya hanya 3.000 rupiah dan dengan uang sebesar itu tentu saja tidak akan bisa membeli roti bakar tersebut, akhirnya anak ibu kos saya itu meminta tolong pada anak kos saya utk menambahi uang nya, tapi cukup dibelikan wafer saja...fuuihh saya terharu mendengar ceritanya, dengan latar belakang keseharian anak itu yang sangat amat sering dimarahi oleh ibu kos saya, salah sedikit saja omelan ibu kos bisa sepanjang kereta api...telat melakukan pekerjaan rumah pun akan ditimpali dengan omelan...mungkin beberapa teman dekat saya sudah pernah menyaksikan sendiri bagaimana sikap ibu kos pada anaknya itu...
tapi dipergantian hari kemarin apa yang dilakukan oleh anak itu diluar dugaan, dia tidak perduli dengan semua perlakuan yang telah ia terima dan yang dia inginkan hanya memberikan kejutan kecil di hari ulang tahun ibunya...
mungkin kado yang dia beri tidak seberapa tapi makna dibalik kado itu sangat berharga...
saya jadi sedikit tertohok dengan sikap anak itu terhadap ibunya, perilaku buruk yang ia terima dibalas dengan memberikan sesuatu yang manis utk ibunya... fuihhh so sweet :)



'cerita 2'
tadi saat saya berangkat menunju kobar, di tengah perjalanan saya melihat seorang ibu yang membawa wadah besar yang berisikan kue dagangannya..
sebelumnya saya pernah bertemu dengan ibu itu 2kali..
pertemuan pertama di gereja kobar saat saya dan teman-teman patemon sedang setting utk paskah, ibu itu datang dengan wadah besar tersebut dan menawarkan kue dagangannya,
saat menawarkan dagangannya, ibu itu mengatakan bahw kue yang beliau jual tersebut dikumpulkan utk membiayai operasi anaknya yang sedang sakit lupus..
saat itu saya dan teman-teman saya tidak membeli karna uang kami tidak cukup utk membeli kue dagangannya tersebut...
kemudian beberapa minggu yang lalu saat saya dan teman-teman sedang rapat patemon, ibu itu datang lagi tetap dengan wadah besar dagangannya itu dan kali ini ibu itu menjajakan kue nya di malam hari..kalimat yang dilontarkan oleh ibu itu sama yaitu ingin mengumpulkan uang utk biaya operasi anaknya yang sedang sakit lupus...malam itu kami membeli kue dagangan ibu itu dan ibu itu berkali-kali mengucapkan banyak terima kasih karna telah memberi kue dagangannya...
dan malam ini saya melihat ibu itu lagi dengan wadah besar yang slalu ditenteng dengan kedua tangannya...
fuuiihhh,,,pengorbanan seorang ibu demi kesehatan anaknya, patut diacungi jempol dan semoga apa yang dikorbankan ibu itu akan berbuah indah, AMIN :)

Rabu, 18 Mei 2011

bulan penuh cerita

Malam ini bulan purnama...bulet! ganteng! Walau sesekali tertutup awan hitam, tapi kegagahannya tetap yahud! Hehe

Melihat bulan purnama malam ini saya jadi inget beberapa bulan lalu saat saya sedang berada di rumah (di Kalimantan), tepatnya di bulan januari. Saat itu saya dan bapak saya sedang duduk diteras samping rumah. Malam itu bertepatan dengan bulan purnama, bapak saya pun mulai bercerita panjang lebar tentang perputaran bulan hingga akhirnya terjadilah bulan penuh atau bulan purnama. Saya sedikit lupa bagaimana ceritanya, yang saya ingat bulan penuh itu terjadi ditanggal tengah pada tanggalan jawa...zzzzzz saya lupa cerita selebihnya bagaimana...

Berawal dari bulan purnama, akhirnya obrolan kami pun mulai panjang dan sedikit lebar :)
Setiap saya pulang ke rumah, dan bila bapak tidak sedang sibuk dengan pekerjaannya pasti bapak selalu mencari saya untuk ngobrol..banyak hal yang kami obrolkan, dari perkuliahan saya, pekerjaan beliau, hobi beliau, hobi saya, kebiasaan di jogja apa aja, kesibukan beliau di gereja, dan hal-hal lain yang penting sampai tidak penting seperti bertanya tentang ‘gimana dek kabar hati mu?’ eeeaaa itu sangat menohok hahahahaha
Oke okee kita balik lagi ke kisah awal, hehe! Yakk setelah menceritakan bulan purnama Bapak saya pun mulai bercerita tentang mimpi-mimpinya...mimpi tentang masa tuanya yang tentu saja ada kaitannya dengan saya..fuuiihh hehe
Mimpi beliau cukup simple, tapi cukup sulit untuk saya wujudkan...saya memiliki mimpi tentang masa depan saya dan ternyata sedikit berbeda jalur dengan mimpi Beliau, itulah yang membuat saya sedikit sulit mewujudkan mimpinya...
Ini mimpi Beliau yang kedua, dulu saat saya masih duduk dibangku SMA, Beliau pun memiliki mimpi yang ternyata sudah tidak memungkinkan diwujudkan karna saya punya pilihan sendiri...

Senang karna bapak mau membagikan mimpinya,,tapi sedikit miris karna lagi-lagi belum tentu saya bisa mewujudkannya...
Saya memiliki mimpi untuk masa depan saya...
Bapak pun memiliki mimpi untuk masa tua nya...
Sekarang bagaimana caranya agar mimpi saya dan bapak dapat berjalan beriringan tanpa ada satu pun yang mengorbankan mimpi satu sama lain.... :)


tulisan ini ada dalam rangka melepas rindu ngobrol bareng bapak :)